Mujahadah


Mujahadah adalah memaksa diri meninggalkan perkara-perkara yang boleh merosakkan jiwa

Thursday, February 4, 2016

Adab Berguru

Malam tadi kami bertemu lagi di dalam kelas talaqi ustaz Syafee. Di kala umat Islam melabel-labelkan ustaz yg mana hal ranting diperbesarkan saya mengabil pendekatan mendalami ilmu dari perlabagai ustaz. Kelas talaqi saya menghadiri 3 ustaz dan ketiga2 punyai perbezaan namun menjadikan diri lebih memahami. Sebagai seeoang murid halusi adab berguru dengan menghormati sebagaimana imam syafiee menghormati gurunya.Malam ini kami mendalami hukum Mad


Pengertian Hukum Mad  
Menurut bahasa, Mad artinya tambahan atau melebihkan. Di dalam istilah ilmu tajwid, Mad adalah memanjangkan bacaan ketika bertemu dengan huruf-huruf yang mengandung hukum Mad. Dapat dikatakan bahwa Hukum Mad adalah hukum yang mengatur panjang bacaan di dalam Al-Qur’an.

Sebelum membahas lebih jauh tentang Hukum Mad, ada baiknya mengenal sedikit tentang “ketukan” dalam membaca Al-Qur’an:

    Panjang suara atau bacaan yang dipakai harus rata, tetap, dan teratur.
    Huruf berharakat fathah dan fathatan ( ــًـــ );  dhammah dan dhammatain ( ــٌــ ) ; kasrah dan kasratain ( ـــٍـــ ) dibaca 1/2 alif atau 1 harakat (ketukan)
    Huruf yang mengandung Hukum Izhar harus dibaca 1 harakat
    Huruf yang mengandung dengung (ghunnah) seperti Idgham Bighunnah, Iqlab, Ikhfa dibaca antara 1 alif hingga 1 1/2 alif atau sekitar 2 hingga 3 harakat
    Huruf ber-tasydid dibaca 2 harakat.

Di dalam hukum-hukum Mad, jika aturannya harus dua harakat, maka harus dibaca 2 harakat secara rata, tetap dan teratur. Jika 6 harakat harus dibaca 6 harakat.
Apabila aturannya harus 6 harakat, namun dibaca 2 harakat sehingga menyebabkan terjadinya perubahan makna pada kata/kalimat, maka hukum bacaan tersebut adalah haram.
Hukum MAD terdiri dari 2 cabang, yaitu Mad Thobi’i (Mad Ashli) dan Mad Far’i.





Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf merupakan hukum tajwid yang ditujukan untuk kombinasi 14 huruf yang terletak di 13 ‘Ayat pembuka’, di 29 Surah di dalam Al-Qur’an. Ia dibahagi kepada 3 bahagian iaitu

    1 huruf Alif ( ا ), cukup dibaca 1 harakat
    5 Huruf ‘haya thahara‘, yaitu Ha ( ح ), Ya ( ي ), Tha ( ط ), Ha’ ( ه ), & Ra ( ر )  dibaca panjang 2 harakat-
    yang harus dibaca 2 harkat, jumlahnya ada 5 huruf, yang terkumpul pada lafazh :
     حي طهر  ( HAYYUN  THOHUR ) yaitu :    ح ي ط ه ر  ( HA- YA- THO- HA- RO ) (maksud = jom bersuci}
    8 Huruf ‘shadqafnun sama lam kaf ‘ain ‘, yaitu shad ( ص ), qaf ( ق ) , nun ( ن ), sin ( س ), mim ( م ), lam ( ل ), kaf ( ك ), ‘ain ( ع ), dibaca 6 harakat. Tidak dibaca dengung (Idgham), kecuali huruf ‘Ain pada surah Maryam dan huruf Mim bertasydid ( GhunnahMusyaddadah ).           
    ( NAQOSHO  'ASALUKUM ) yaitu : ن ق ص ع س ل ك م ( NUN- QOF- SHOD- 'AIN- SIN- LAM- KAF- MIM )  kecuali huruf  ع ( 'AIN ) boleh dibaca panjang 6 harkat, atau dibaca 4 harkat. tapi lebih utama dibaca 6 harkat. ataupun ustaz menyebut sanaku  silakum  س ن ق ص ل ك  م  bermaksud ..tak ingat  aduhh
  
Lebih dikenal dengan sebutan Muqatta’at  ( مقطعات ), yang berarti disingkat atau diperpendek. Dan juga lebih dikenal dengan sebutan fawatih ( فواتح ) atau pembuka, karena menjadi ayat pembuka di beberapa surah.

Arti atau makna sebenarnya dari “ayat pembuka” tersebut – bagi sebagian besar umat Islam – dianggap sebagai rahasia Allah SWT.


 Kelas kali ini ustaz menyelusuri ayat 28 yang mana menerangkan nabi Adam dijadikan
ayat 31 ayat Iblis enggan bersujud kepada nabi Adam manakala ayat 32 Allah marah kepada iblis dan ayat ayat 33 iblis berkata yang mereka sekali tidak akan bersuju

Kelas bersambung minggu depan dan ayat akhir ayat 70 muka surat 265